Stop Sampah di Saluran Air: Kenali Bahaya “Gumpalan Setan” Penyebab Banjir

Salah satu masalah perkotaan yang paling sering terjadi dan berdampak luas adalah bencana banjir. Meskipun banjir seringkali dikaitkan dengan curah hujan ekstrem, akar masalah yang paling mendasar dan sering diabaikan adalah kebiasaan buruk membuang sampah, terutama limbah rumah tangga dan minyak bekas, ke dalam saluran air, selokan, atau gorong-gorong. Sampah-sampah ini, ketika bercampur dengan lemak, deterjen, dan residu lainnya, membentuk gumpalan padat yang dijuluki “gumpalan setan” (fatberg dalam istilah sanitasi). Gumpalan inilah yang menjadi Penyebab Banjir utama di banyak kawasan padat penduduk. Penyebab Banjir yang paling mudah dikontrol sebenarnya berasal dari perilaku kita sehari-hari, bukan semata-mata faktor alam. Oleh karena itu, edukasi dan perubahan perilaku masyarakat sangat penting untuk memutus rantai Penyebab Banjir ini.

Gumpalan setan atau fatberg adalah massa padat yang terbentuk di dalam sistem drainase. Proses pembentukannya dimulai ketika minyak jelantah atau lemak bekas memasak dibuang ke wastafel. Lemak cair ini membeku ketika bertemu air dingin dan berinteraksi dengan bahan yang tidak terurai seperti tisu, puntung rokok, atau sampah plastik kecil yang sengaja dibuang ke saluran air. Seiring waktu, massa lengket ini membesar, mengeraskan, dan menyumbat pipa atau gorong-gorong secara total.

Dampak dan Kerugian Fatal

Sumbatan yang disebabkan oleh gumpalan setan memiliki dampak yang jauh lebih besar daripada sekadar genangan air di jalan:

  1. Peningkatan Risiko Banjir: Ketika saluran air tersumbat, kapasitas drainase berkurang drastis. Saat hujan deras, air tidak dapat mengalir dengan cepat ke sungai atau laut, sehingga meluap ke jalanan dan permukiman.
  2. Kerusakan Infrastruktur: Tekanan air yang terperangkap dalam pipa dapat merusak struktur gorong-gorong atau membuat pipa pecah, memerlukan biaya perbaikan yang sangat besar. Berdasarkan data dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Drainase di ibu kota provinsi pada tahun 2026, $65\%$ dari proyek pemeliharaan saluran air besar disebabkan oleh penyumbatan sampah non-organik dan lemak.
  3. Masalah Kesehatan: Air kotor yang meluap membawa bakteri dan patogen, meningkatkan risiko penyakit menular seperti demam tifoid, diare, dan Leptospirosis pasca-banjir.

Solusi Praktis Rumah Tangga

Mencegah gumpalan setan yang menjadi Penyebab Banjir dimulai dari dapur:

  • Jangan Buang Minyak Jelantah ke Saluran: Saring dan kumpulkan minyak jelantah dalam botol tertutup. Minyak ini dapat dijual ke pengepul atau bank sampah yang mengolahnya menjadi bahan bakar biodiesel.
  • Buang Sampah Non-Organik dengan Benar: Tisu basah, puntung rokok, pembalut, atau plastik kecil harus dibuang ke tempat sampah residu, bukan ke toilet atau wastafel.

Dengan menghentikan kebiasaan buruk membuang limbah padat dan cair ke saluran air, setiap rumah tangga mengambil peran aktif dalam menjaga kesehatan dan keselamatan kota dari risiko bencana.