Stop Illegal Logging! HAKLI Jambi Dukung Target Nol Deforestasi & Pemulihan Lahan Gambut 2025

Provinsi Jambi merupakan salah satu benteng terakhir ekosistem hutan hujan tropis dan lahan gambut di Pulau Sumatera yang memiliki peran krusial dalam menjaga keseimbangan iklim global. Namun, ancaman terhadap kelestarian hutan ini terus membayangi seiring dengan aktivitas pembalakan liar yang merusak struktur ekologi dan memicu berbagai bencana lingkungan. Upaya untuk menyerukan kampanye Stop Illegal Logging bukan sekadar slogan, melainkan kebutuhan mendesak untuk menyelamatkan sistem penyangga kehidupan yang menyuplai air dan udara bersih bagi jutaan jiwa di wilayah tersebut.

Pemerintah bersama berbagai pemangku kepentingan telah menetapkan target ambisius untuk mencapai Nol Deforestasi pada tahun 2025. Target ini mencakup penghentian total pembukaan lahan baru di kawasan hutan lindung serta restorasi kawasan yang telah rusak akibat eksploitasi berlebihan. Pencapaian target ini memerlukan koordinasi yang sangat ketat, mulai dari pengawasan lapangan dengan teknologi satelit hingga penegakan hukum yang tanpa pandang bulu terhadap oknum-oknum yang masih melakukan praktik pengrusakan hutan demi keuntungan pribadi.

Dalam mata rantai penyelamatan lingkungan ini, organisasi HAKLI Jambi mengambil peran strategis sebagai penasihat teknis dalam aspek kesehatan lingkungan dan ekosistem. Para ahli kesehatan lingkungan memahami bahwa kerusakan hutan dan lahan gambut akan berdampak langsung pada kualitas kesehatan masyarakat. Hutan yang gundul menghilangkan kemampuan alam dalam menyaring udara dan mengatur tata air, yang pada akhirnya memicu krisis air bersih dan peningkatan suhu ekstrem. Oleh karena itu, gerakan Stop Illegal Logging didorong sebagai bagian dari perlindungan kesehatan masyarakat jangka panjang.

Fokus utama pemulihan di Jambi saat ini adalah pada lahan gambut yang sangat rentan terbakar jika drainasenya rusak akibat pembukaan lahan. Lahan gambut yang kering menjadi bahan bakar yang sangat berbahaya bagi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang setiap tahun menghasilkan kabut asap pekat. Tim dari HAKLI memberikan rekomendasi teknis mengenai restorasi hidrologi gambut untuk memastikan kelembapan lahan tetap terjaga. Kondisi gambut yang sehat adalah kunci untuk mencegah emisi karbon dalam jumlah besar sekaligus melindungi paru-paru masyarakat dari polusi asap yang mematikan.

Implementasi program menuju Nol Deforestasi juga melibatkan edukasi kepada masyarakat sekitar hutan mengenai alternatif ekonomi yang lebih berkelanjutan. Melalui bimbingan para pakar lingkungan, warga diajak untuk mengembangkan hasil hutan non-kayu, seperti budidaya madu hutan, rotan, dan tanaman herbal. Dengan memberikan nilai ekonomi pada hutan yang tetap berdiri, motivasi warga untuk menjaga kawasan tersebut dari ancaman pembalakan liar akan semakin kuat. Pola pendekatan ini terbukti lebih efektif dibandingkan hanya mengandalkan patroli keamanan semata.