Pencemaran laut akibat sampah plastik telah menjadi krisis lingkungan global yang berdampak serius pada kesehatan ekosistem serta kehidupan masyarakat pesisir. Sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian perairan, Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) Cabang Jambi menyelenggarakan seminar khusus bertema penanganan sampah plastik di ekosistem laut. Acara ini menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah antara akademisi, penggiat lingkungan, serta pihak terkait dalam memitigasi dampak buruk akumulasi mikroplastik di perairan Jambi yang menjadi tumpuan ekonomi nelayan dan sumber pangan lokal.
Sampah plastik yang masuk ke laut bukan hanya merusak estetika pantai, tetapi juga berpotensi masuk ke dalam rantai makanan manusia melalui konsumsi biota laut yang terkontaminasi. Seminar ini membedah secara mendalam bagaimana sampah dari daratan, terutama dari aktivitas pemukiman di sepanjang sungai yang bermuara ke laut, menjadi kontributor utama pencemaran. Anggota HAKLI Jambi menekankan bahwa penanganan di hulu—yaitu melalui perbaikan sistem manajemen sampah rumah tangga di kota-kota yang dialiri sungai besar—adalah langkah paling krusial untuk memutus rantai sampah yang menuju ke laut lepas.
Dalam sesi diskusi, para pakar menyoroti tantangan pengumpulan sampah plastik di laut yang memiliki karakteristik luas dan dinamis. Teknologi tepat guna untuk menjaring sampah di muara sungai menjadi salah satu solusi yang sangat ditekankan agar sampah tidak sempat menyebar ke perairan terbuka. Selain itu, HAKLI Jambi juga mengedukasi masyarakat mengenai konsep ekonomi sirkular, di mana sampah plastik tidak lagi dipandang sebagai residu yang dibuang, melainkan sebagai sumber daya bernilai ekonomi tinggi jika dikelola melalui sistem daur ulang yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Pendidikan perubahan perilaku menjadi pilar utama dalam seminar ini. Penanganan sampah plastik tidak akan pernah berhasil jika masyarakat masih memiliki kebiasaan membuang sampah langsung ke sungai atau drainase. Oleh karena itu, HAKLI Jambi meluncurkan inisiatif kampanye edukasi berbasis komunitas di desa-desa pesisir untuk memberikan pemahaman mengenai bahaya mikroplastik bagi kesehatan manusia dalam jangka panjang. Mereka diajak untuk memahami bahwa menjaga laut bukan hanya soal menjaga kebersihan air, tetapi menjaga keberlanjutan sumber daya ikan yang menjadi penopang hidup generasi mendatang.