Kualitas udara di dalam gedung gelanggang olahraga tertutup (indoor) berpengaruh langsung terhadap efisiensi pernapasan para atlet yang sedang beraktivitas fisik berat. Selain melakukan pengujian sirkulasi udara dan kadar gas pencemar ruangan, pengukuran tingkat kerapatan partikel halus mikro juga wajib dijalankan. Pengujian pengukuran kadar debu PM2.5 dalam ruang olahraga tertutup bertujuan untuk memantau konsentrasi debu mikroskopis yang berpotensi masuk hingga ke dalam saluran pernapasan terkecil atlet.
Pengambilan sampel udara dilakukan menggunakan instrumen Dust Sampler berteknologi laser yang diletakkan di tengah area pergerakan atlet. Sebagaimana panduan pengujian sirkulasi udara dan pemantauan higiene gedung, pemantauan kadar debu dilakukan dalam kondisi pendingin udara menyala serta dalam variasi kepadatan jumlah penonton di tribun. Angka konsentrasi debu halus yang terukur tidak boleh melebihi ambang batas baku mutu kesehatan lingkungan.
Keberadaan debu halus PM2.5 di dalam ruang tertutup biasanya berasal dari sisa gesekan sepatu olahraga di atas lantai kayu, debu pendingin ruangan, serta polusi udara luar yang masuk melalui celah pintu. Pemasangan sistem pembersih udara berkapasitas besar (Air Purifier) berteknologi penyaring HEPA menjadi solusi efektif untuk mengikat partikel debu melayang tersebut.
Pembersihan permukaan lantai arena secara berkala menggunakan pembersih vakum bersaringan ganda sangat dianjurkan dibandingkan dengan menyapu manual. Langkah ini mencegah debu halus beterbangan kembali ke udara saat terinjak oleh para pemain. Pengawasan berkala ini menjamin perlindungan kesehatan paru-paru para atlet secara optimal.
Upaya menciptakan kualitas udara ruangan yang bersih dan segar berdampak langsung pada peningkatan ketahanan fisik serta kenyamanan bertanding para pelajar. Fasilitas olahraga indoor yang higienis merupakan fondasi penting bagi pembinaan prestasi atlet secara berkelanjutan.