Provinsi Jambi memiliki karakteristik geologis yang unik dengan wilayah yang didominasi oleh dataran rendah, rawa, dan aliran sungai besar. Kondisi ini membuat ketergantungan masyarakat terhadap air bawah tanah sangat tinggi, baik untuk kebutuhan domestik maupun pertanian. Namun, seiring dengan pesatnya pertumbuhan industri perkebunan dan pemukiman, parameter kualitas air tanah di wilayah ini menghadapi ancaman serius. HAKLI Jambi melakukan pemantauan mendalam guna memetakan sebaran polutan yang mungkin masuk ke dalam akuifer. Melalui analisis HAKLI Jambi tentang risiko kontaminasi lahan, ditemukan bahwa aktivitas manusia yang tidak terkontrol di permukaan tanah secara langsung memberikan dampak negatif terhadap kemurnian sumber air yang dikonsumsi oleh ribuan warga.
Analisis mengenai kualitas air tanah dimulai dengan mengidentifikasi sumber polusi dari sektor domestik di area perkotaan Jambi. Di pemukiman padat, jarak antara tangki septik dengan sumur gali warga seringkali tidak memenuhi standar teknis kesehatan lingkungan. Analisis HAKLI Jambi tentang risiko kontaminasi lahan menunjukkan adanya rembesan bakteri koliform ke dalam lapisan tanah yang dangkal. Tanah yang bersifat porus di beberapa bagian wilayah Jambi mempercepat migrasi mikroorganisme patogen dari limbah rumah tangga menuju sumber air minum. Hal ini menjadi peringatan keras bagi para sanitarian untuk mendorong penerapan teknologi tangki septik kedap air guna memutus jalur pencemaran mikrobiologis yang dapat memicu wabah penyakit pencernaan pada masyarakat.
Selain faktor domestik, kualitas air tanah di Jambi juga sangat dipengaruhi oleh aktivitas sektor perkebunan dan pertanian skala besar. Penggunaan pestisida dan pupuk kimia secara masif dalam jangka waktu panjang meninggalkan residu di permukaan tanah. Analisis HAKLI Jambi tentang risiko kontaminasi lahan mendeteksi adanya akumulasi senyawa nitrat dan residu kimia berbahaya yang terbawa air hujan masuk ke dalam pori-pori tanah hingga mencapai air tanah. Kontaminasi kimia ini bersifat laten dan sulit dideteksi secara visual, namun memiliki dampak toksikologi jangka panjang bagi kesehatan manusia, seperti risiko gangguan ginjal dan gangguan pertumbuhan pada anak. HAKLI menekankan pentingnya praktik pertanian organik dan manajemen limbah pertanian yang lebih ramah lingkungan untuk menjaga integritas lahan.