Ketersediaan air bersih merupakan tantangan global yang semakin mendesak, terutama di wilayah perkotaan yang padat penduduk. SMPN 1 Salatiga, yang berada di kota dengan julukan kota pendidikan, mengambil inisiatif untuk mengedukasi para siswanya mengenai manajemen sumber daya air secara bijaksana. Melalui Kampanye HAKLI, sekolah ini menggandeng para praktisi kesehatan lingkungan untuk menanamkan kesadaran bahwa air adalah anugerah alam yang terbatas dan harus dijaga kualitas serta kuantitasnya. Kegiatan ini dirancang untuk mengubah gaya hidup siswa dari konsumen air yang boros menjadi individu yang peduli pada efisiensi penggunaan sumber daya demi keberlangsungan hidup di masa mendatang.
Dalam kegiatan kampanye ini, narasumber dari organisasi profesi HAKLI (Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia) memaparkan data mengenai penurunan debit air tanah di wilayah Jawa Tengah. Di SMPN 1 Salatiga, para siswa diajarkan tips praktis untuk Bijak Gunakan Air dalam aktivitas harian di sekolah, seperti saat berwudu, mencuci tangan, atau menggunakan fasilitas toilet. Siswa diingatkan untuk selalu menggunakan air secukupnya dan memastikan tidak ada kran yang menetes sia-sia. Hal sederhana seperti mematikan kran saat menyabuni tangan ternyata mampu menghemat literan air setiap harinya jika dilakukan secara masif oleh seluruh warga sekolah yang jumlahnya mencapai ratusan orang.
Edukasi yang diberikan oleh tenaga ahli dari HAKLI juga menyentuh aspek kesehatan masyarakat. Mereka menjelaskan bahwa kualitas Air Bersih sangat bergantung pada bagaimana kita mengelola lingkungan di sekitar sumber air. Siswa diajarkan untuk tidak membuang sampah atau limbah cair sembarangan yang dapat meresap ke dalam tanah dan mencemari cadangan air. Kampanye ini menekankan bahwa air yang bersih adalah hak asasi setiap manusia, namun untuk menjamin ketersediaannya, diperlukan kewajiban moral dari setiap individu untuk melakukan konservasi. Pengetahuan mengenai cara memanen air hujan dan pembuatan lubang biopori juga disisipkan sebagai solusi cerdas dalam menjaga cadangan air tanah di lingkungan sekolah.
Tujuan utama dari kampanye di wilayah Salatiga ini adalah untuk menyiapkan para siswa menghadapi tantangan lingkungan di Masa Depan. Sekolah mulai menerapkan sistem pemantauan penggunaan air berbasis meteran di setiap blok bangunan untuk mengevaluasi tingkat efisiensi. Data penggunaan air ini dipaparkan secara berkala kepada para Siswa agar mereka memiliki gambaran nyata mengenai dampak dari perilaku hemat air yang mereka jalankan. Dengan melibatkan data dan fakta, siswa merasa lebih tertantang untuk melakukan penghematan secara kompetitif dan positif antar kelas. Karakter peduli lingkungan ini diharapkan akan terus terbawa hingga mereka dewasa dan menjadi pembuat kebijakan.