Provinsi Jambi memiliki kawasan lahan gambut yang cukup luas, yang di satu sisi merupakan kekayaan ekologis namun di sisi lain rentan terhadap kebakaran lahan saat musim kemarau panjang. Melalui program Jambi Peatland Health, perhatian serius diberikan pada kualitas udara yang terdampak oleh sisa pembakaran organik bawah tanah. Asap yang dihasilkan dari lahan gambut memiliki karakteristik yang berbeda dari kebakaran hutan biasa, karena mengandung partikel-partikel kimiawi yang lebih pekat dan sulit hilang. Program ini dirancang untuk memberikan edukasi masif kepada masyarakat mengenai bahaya jangka panjang dari paparan kabut asap tersebut, serta langkah-langkah medis yang harus diambil untuk melindungi organ pernapasan agar tetap berfungsi secara optimal.
Fokus utama dalam menjaga kesehatan di wilayah peatland adalah memahami karakteristik polutan PM2.5 yang terkandung dalam asap gambut. Partikel mikroskopis ini dapat menembus sistem pertahanan alami tubuh dan masuk jauh ke dalam kantong udara di paru-paru, yang memicu peradangan hebat. Bagi anak-anak dan lansia di Jambi, paparan rutin terhadap asap ini dapat meningkatkan risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan asma kronis. Oleh karena itu, edukasi mengenai indeks kualitas udara harian menjadi sangat krusial. Masyarakat diminta untuk selalu memantau papan informasi kualitas udara di pusat kota atau melalui aplikasi digital guna menentukan tingkat risiko saat mereka hendak melakukan aktivitas di luar ruangan selama musim kebakaran lahan terjadi.
Analisis mengenai dampak asap terhadap kesehatan paru secara mendalam menjadi bagian dari materi sosialisasi di pusat-pusat kesehatan masyarakat. Gejala seperti sesak napas, batuk berkepanjangan, dan iritasi mata harus segera ditangani sebelum berkembang menjadi komplikasi yang lebih serius. Tenaga medis di Jambi dilatih untuk melakukan deteksi dini terhadap penurunan fungsi paru pada warga yang tinggal di sekitar lahan gambut. Selain itu, disarankan agar setiap rumah tangga memiliki “ruang aman” yang memiliki ventilasi terbatas namun memiliki penyaring udara sederhana untuk mengurangi konsentrasi asap di dalam ruangan. Pendekatan preventif ini sangat penting untuk mengurangi beban rumah sakit saat terjadi lonjakan kasus gangguan pernapasan di musim kemarau.