Provinsi Jambi secara periodik menghadapi krisis lingkungan yang masif berupa darurat asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Fenomena ini tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga memicu ancaman serius terhadap kesehatan publik. HAKLI (Asosiasi Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia) Jambi memiliki peran penting dalam memberikan analisis ilmiah terhadap kualitas udara terbaru dan merumuskan strategi perlindungan kesehatan warga yang efektif dan berbasis bukti.
Darurat asap di Jambi disebabkan oleh tingginya konsentrasi Partikulat Matter (PM 2.5) dan zat polutan lainnya yang dilepaskan ke atmosfer. Partikel-partikel mikroskopis ini sangat berbahaya karena dapat menembus jauh ke dalam saluran pernapasan dan sistem peredaran darah, memicu berbagai masalah kesehatan. HAKLI Jambi melakukan analisis mendalam terhadap data kualitas udara terbaru yang diperoleh dari stasiun pemantauan, mengidentifikasi tren polusi, dan memprediksi dampak jangka pendek serta jangka panjangnya pada populasi.
Analisis HAKLI menunjukkan bahwa pada saat darurat asap, indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) seringkali mencapai level “Berbahaya”. Data ini harus segera dikonversi menjadi tindakan nyata dalam perlindungan kesehatan warga. Kelompok yang paling rentan adalah balita, lansia, dan individu dengan penyakit penyerta (komorbiditas) seperti asma dan penyakit jantung. HAKLI menekankan bahwa strategi perlindungan harus dimulai dari intervensi lingkungan, bukan hanya pengobatan.
Langkah-langkah perlindungan kesehatan warga yang didorong oleh HAKLI mencakup:
- Edukasi Penggunaan Masker yang Tepat: Bukan sekadar memakai masker, tetapi memastikan masker jenis N95 atau setara digunakan dengan benar untuk menyaring partikel PM 2.5.
- Penyediaan Ruang Bersih: Pemerintah harus memfasilitasi “ruang evakuasi udara” yang dilengkapi dengan penyaring udara (air purifier) di lokasi publik seperti sekolah atau kantor kelurahan, terutama saat kualitas udara terbaru menunjukkan level sangat tidak sehat.
- Pengawasan Sumber Air: Abu dan jelaga dapat mencemari sumber air terbuka. HAKLI perlu mengawasi dan menguji kualitas udara terbaru dan air di daerah yang paling parah terdampak untuk mencegah wabah penyakit berbasis air.
- Hukum Lingkungan: HAKLI juga harus berkolaborasi dengan penegak hukum untuk memastikan bahwa setiap upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla disertai dengan audit kesehatan lingkungan yang ketat.
Mengapa analisis terhadap kualitas udara terbaru sangat penting? Karena intensitas dan komposisi asap dapat berubah dari hari ke hari, bahkan jam ke jam. Respons perlindungan kesehatan warga harus dinamis. Misalnya, ketika kualitas udara terbaru memburuk secara signifikan, keputusan untuk meliburkan sekolah atau menghentikan aktivitas luar ruangan harus segera diambil berdasarkan data ilmiah yang diverifikasi oleh Sanitarian HAKLI. Kegagalan dalam merespons data yang ada dapat menyebabkan lonjakan tajam pada kunjungan rumah sakit akibat ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut).