HAKLI Jambi: Mengelola Kecemasan Terhadap Bencana Asap Lingkungan

Bagi masyarakat di Provinsi Jambi, ancaman kebakaran hutan dan lahan yang menimbulkan kabut asap pekat adalah tantangan lingkungan yang berulang hampir setiap tahun. Fenomena ini tidak hanya merusak kesehatan fisik secara masif, tetapi juga menimbulkan trauma psikologis yang mendalam bagi warga. Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) Jambi menyadari bahwa selain penanganan ISPA, masyarakat sangat membutuhkan bimbingan untuk mengelola kecemasan yang muncul akibat hilangnya langit biru dan terbatasnya aktivitas luar ruangan. Tekanan mental akibat melihat lingkungan yang rusak dan udara yang beracun sering kali menyebabkan tingkat stres yang tinggi, terutama pada orang tua yang mengkhawatirkan kesehatan anak-anak mereka.

Langkah awal yang dilakukan HAKLI Jambi dalam membantu warga adalah dengan memberikan informasi yang akurat dan berbasis data mengenai kualitas udara. Ketidakpastian sering kali menjadi pemicu utama kegelisahan. Dengan menyediakan panduan praktis tentang kapan harus memakai masker dan bagaimana menyaring udara di dalam rumah, HAKLI membantu warga untuk mengelola kecemasan melalui tindakan preventif yang konkret. Perasaan memiliki kendali atas keamanan keluarga di tengah bencana asap terbukti mampu menurunkan tingkat kepanikan. Edukasi ini ditekankan melalui kader-kader kesehatan di tingkat desa agar masyarakat tidak mudah termakan oleh berita bohong yang dapat memperburuk kondisi mental mereka.

Selain tindakan fisik, HAKLI Jambi juga memperkenalkan konsep “Ruang Aman Emosional” di dalam rumah selama masa bencana asap. Karena warga dipaksa untuk tetap berada di dalam ruangan dalam waktu yang lama, kondisi rumah yang pengap dan gelap dapat memperburuk suasana hati. HAKLI menyarankan warga untuk tetap menjaga pencahayaan yang cukup dan melakukan aktivitas dalam ruangan yang menyenangkan untuk mengalihkan perhatian dari kabut asap di luar. Strategi mengelola kecemasan ini bertujuan agar isolasi fisik tidak berujung pada isolasi sosial atau depresi. Keluarga didorong untuk lebih banyak berinteraksi secara berkualitas di dalam rumah, sehingga kebersamaan tersebut menjadi peredam stres alami di tengah kepungan asap yang menyesakkan.

HAKLI Jambi juga aktif berkolaborasi dengan psikolog untuk memberikan pelatihan bagi tenaga kesehatan lingkungan mengenai pertolongan pertama pada kesehatan mental saat bencana. Menyadari bahwa lingkungan yang tidak sehat secara fisik akan segera berdampak pada kesehatan jiwa, upaya mengelola kecemasan dilakukan dengan mendengarkan keluh kesah warga di posko-posko kesehatan. Validasi terhadap rasa takut warga sangat penting; mereka perlu tahu bahwa merasa cemas saat melihat hutan terbakar adalah hal yang manusiawi. Dengan memberikan dukungan emosional sembari memberikan bantuan masker dan obat-obatan, HAKLI membangun resiliensi masyarakat Jambi agar tetap tangguh secara mental dalam menghadapi krisis lingkungan.