Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) Jambi mengambil peran sentral. Mereka berupaya keras dalam Penanggulangan Dampak Asap Karhutla (Kebakaran Hutan dan Lahan) terhadap kesehatan warga setempat. Aksi cepat tanggap ini sangat penting karena tingginya tingkat polusi kabut asap yang menyelimuti wilayah Jambi.
Program ini dimulai dengan pembagian masker N95 gratis kepada masyarakat, terutama kelompok rentan. Edukasi mengenai cara pemakaian masker yang benar juga disampaikan. Hal ini merupakan langkah pertahanan fisik pertama warga dari partikel berbahaya di udara.
Selain itu, HAKLI Jambi gencar menyosialisasikan pentingnya menjaga kebersihan diri. Mereka menganjurkan sering mencuci tangan dan wajah setelah beraktivitas di luar. Pencegahan iritasi mata dan infeksi saluran pernapasan menjadi fokus utama.
HAKLI bekerja sama dengan Dinas Kesehatan menyediakan air purifier di fasilitas publik seperti sekolah dan puskesmas. Langkah ini bertujuan menciptakan ruang aman yang memiliki udara lebih bersih. Ini adalah bagian dari strategi Penanggulangan Dampak Asap Karhutla.
Tenaga ahli kesehatan lingkungan dari HAKLI juga melakukan pemantauan kualitas udara secara rutin. Data ini digunakan untuk memberikan rekomendasi kepada pemerintah daerah. Rekomendasi ini mencakup kebijakan seperti penyesuaian jam sekolah.
Edukasi mengenai cara membuat ruang isolasi udara sederhana di rumah juga diberikan. Warga diajarkan untuk menutup ventilasi dan membasahi kain penutup jendela. Pengetahuan ini memberdayakan masyarakat dalam Penanggulangan Dampak Asap Karhutla secara mandiri.
HAKLI Jambi menegaskan komitmennya untuk terus mendukung upaya mitigasi. Mereka percaya bahwa masalah Karhutla memerlukan solusi multi-sektor. Kesehatan masyarakat harus selalu menjadi prioritas utama.
Melalui upaya proaktif ini, Penanggulangan Dampak Asap di Jambi semakin terorganisir. HAKLI Jambi berperan sebagai garda terdepan, melindungi warga dari ancaman kabut asap. Mereka mewujudkan sinergi antara profesi dan aksi kemanusiaan.