Provinsi Jambi dikaruniai sungai-sungai besar seperti Sungai Batanghari yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat. Namun, tantangan besar muncul ketika kualitas air sungai menurun akibat sedimentasi tinggi dan aktivitas di hulu, yang menyebabkan air menjadi keruh dan tidak layak untuk digunakan secara langsung. Menanggapi permasalahan mendasar ini, HAKLI Jambi bergerak aktif melakukan edukasi kepada masyarakat pesisir sungai mengenai teknik filtrasi alami. Program ini bertujuan untuk memberikan kemandirian bagi warga dalam memproses air sungai yang kuning atau kecokelatan menjadi air yang bersih, jernih, dan memenuhi standar kesehatan untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Penerapan metode filtrasi alami yang diajarkan oleh para sanitarian HAKLI Jambi mengandalkan bahan-bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar, sehingga tidak memberatkan ekonomi masyarakat. Sistem penyaringan ini biasanya disusun dalam wadah bertingkat yang terdiri dari berbagai lapisan media filter. Lapisan tersebut meliputi kerikil besar, batu koral, pasir silika atau pasir sungai yang bersih, arang tempurung kelapa, hingga ijuk. Setiap lapisan memiliki peran spesifik; kerikil berfungsi menyaring kotoran berukuran besar, pasir bertugas menahan lumpur dan partikel halus, sementara arang aktif dari tempurung kelapa berperan penting dalam menyerap bau, sisa kimia, dan menjernihkan warna air secara efektif.
Dalam pelatihan yang diadakan, HAKLI Jambi menekankan bahwa keberhasilan filtrasi alami sangat bergantung pada urutan lapisan dan kualitas media yang digunakan. Pasir yang digunakan harus dicuci bersih terlebih dahulu agar tidak menambah kekeruhan, dan arang harus dipastikan berasal dari pembakaran yang sempurna agar daya serapnya maksimal. Masyarakat diajak untuk mempraktikkan langsung cara merakit alat filter ini di halaman rumah atau di dekat sumber air. Dengan memahami mekanisme kerja penyaringan biologis dan fisik ini, warga tidak lagi merasa panik saat air sungai sedang keruh-keruhnya, karena mereka sudah memiliki solusi teknologi tepat guna yang bisa dibuat sendiri.
Selain aspek kejernihan, HAKLI Jambi juga memberikan edukasi tambahan mengenai perlakuan pasca-filtrasi. Walaupun air hasil filtrasi alami terlihat jernih secara kasat mata, para ahli kesehatan lingkungan tetap mewajibkan masyarakat untuk melakukan proses disinfeksi, seperti memasak air hingga mendidih sebelum dikonsumsi. Hal ini dilakukan untuk memastikan bakteri patogen dan mikroorganisme berbahaya benar-benar mati. Sinergi antara penyaringan fisik dan sterilisasi panas adalah kunci utama untuk mencegah penyakit menular seperti diare, kolera, dan tipes yang sering mengancam masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada sumber air permukaan yang belum terolah dengan baik.