HAKLI Jambi memimpin upaya pencegahan dengan fokus pada edukasi penyakit tular vektor (Malaria/DBD) berbasis lingkungan. Menyadari bahwa penyakit seperti Malaria dan Demam Berdarah Dengue bukanlah semata masalah medis, melainkan hasil interaksi kompleks antara manusia, vektor, dan kondisi lingkungan yang mendukung perkembangbiakan nyamuk.
Pendekatan berbasis lingkungan ini menargetkan modifikasi perilaku dan fisik di masyarakat untuk menghilangkan tempat perindukan nyamuk Aedes Aegypti (DBD) dan Anopheles (Malaria). Edukasi yang diberikan oleh HAKLI Jambi berfokus pada langkah-langkah 3M Plus (Menguras, Menutup, Mendaur ulang, dan Pencegahan lainnya).
Program edukasi penyakit tular vektor ini berbeda dari sekadar penyuluhan umum. HAKLI Jambi membawa serta ahli kesehatan lingkungan untuk menganalisis dan memberikan solusi spesifik yang sesuai dengan karakteristik geografis dan tata ruang wilayah Jambi, dari daerah perkotaan hingga pinggiran sungai.
Contoh materi edukasi yang ditekankan adalah pengelolaan wadah penampung air di rumah, pembersihan pekarangan dari barang bekas yang dapat menampung air hujan, dan peran tanaman anti-nyamuk. Ini adalah solusi praktis dan berkelanjutan yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat.
Untuk mengatasi tantangan resistensi insektisida, edukasi berbasis lingkungan ini dianggap lebih efektif dan berkelanjutan. HAKLI Jambi mengajarkan bahwa perubahan perilaku permanen dalam menjaga kebersihan lingkungan adalah pertahanan terbaik jangka panjang terhadap ancaman Malaria/DBD.
Integrasi edukasi ini dengan program sekolah dan posyandu memastikan pesan kesehatan lingkungan mencapai seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak-anak sebagai agen perubahan masa depan. Anak-anak diajarkan untuk mengidentifikasi dan melaporkan potensi lingkungan yang menjadi sarang nyamuk.
Selain DBD, fokus pada Malaria menargetkan daerah endemik di Jambi, di mana faktor lingkungan seperti hutan, sawah, dan rawa memegang peranan kunci dalam siklus hidup nyamuk Anopheles. Edukasi disesuaikan dengan praktik pertanian dan kebiasaan hidup masyarakat setempat.
HAKLI Jambi juga menggunakan edukasi sebagai alat mobilisasi komunitas, mendorong terbentuknya kelompok kerja kesehatan lingkungan yang secara rutin melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan secara kolektif. Ini menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama terhadap risiko penyakit tular vektor.
Dengan demikian, Edukasi Penyakit Tular Vektor (Malaria/DBD) Berbasis Lingkungan oleh HAKLI Jambi adalah strategi preventif yang kuat. Fokus pada perubahan perilaku dan pengelolaan lingkungan memastikan penurunan drastis risiko penularan penyakit, menjaga masyarakat Jambi tetap sehat dan produktif.