Provinsi Jambi merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang secara siklus sering menghadapi tantangan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Partikel halus berbahaya seperti PM2.5 yang terkandung dalam asap tidak hanya mengganggu jarak pandang, tetapi juga mengendap jauh di dalam jaringan pernapasan masyarakat. Meskipun api telah padam dan langit kembali membiru, residu polutan yang tertinggal di lingkungan dan di dalam tubuh tetap menjadi ancaman kesehatan jangka panjang. Menanggapi kondisi pasca-bencana ini, HAKLI Jambi merilis panduan komprehensif mengenai detoks paru setelah musim asap. Melalui berbagai tips kesehatan lingkungan, organisasi ini bertujuan membantu warga memulihkan kondisi fisik dan kualitas udara di sekitar tempat tinggal mereka.
Langkah pertama dalam melakukan detoks paru setelah musim asap menurut para ahli adalah dengan membersihkan lingkungan rumah secara total dari sisa-sisa abu dan debu halus yang menempel. Tim dari HAKLI Jambi menekankan bahwa debu asap yang mengendap pada karpet, gorden, dan ventilasi rumah dapat terhirup kembali dan memicu iritasi kronis. Salah satu tips kesehatan lingkungan yang paling krusial adalah melakukan pembersihan basah (wet mopping) untuk memastikan partikel mikro tidak beterbangan kembali ke udara. Dengan membersihkan paparan eksternal ini, proses pemulihan sistem pernapasan manusia dapat berjalan lebih optimal karena beban polutan yang masuk ke tubuh telah berkurang secara signifikan.
Selain pembersihan lingkungan, aspek nutrisi menjadi pilar penting dalam detoks paru setelah musim asap. Para ahli kesehatan lingkungan menyarankan konsumsi makanan yang kaya akan antioksidan untuk menangkal radikal bebas yang dibawa oleh partikel asap. Dalam daftar tips kesehatan lingkungan yang dibagikan, HAKLI Jambi merekomendasikan peningkatan asupan air putih untuk membantu mencairkan lendir di saluran pernapasan sehingga kotoran yang terperangkap dapat dikeluarkan secara alami melalui mekanisme silia paru. Edukasi ini sangat penting mengingat banyak masyarakat yang menganggap bahwa setelah asap hilang, maka risiko kesehatan juga otomatis menghilang, padahal inflamasi pada paru-paru membutuhkan waktu pemulihan yang cukup lama.
Secara teknis, HAKLI Jambi juga menyarankan penggunaan tanaman pembersih udara di dalam ruangan sebagai bagian dari strategi detoks paru setelah musim asap. Tanaman seperti lidah mertua (Sansevieria) atau sirih gading dapat membantu menyerap sisa-sisa gas polutan yang mungkin masih terperangkap di dalam hunian yang sirkulasi udaranya buruk.