Menanggapi bencana tahunan yang berulang, HAKLI Menghitung secara cermat dan mendalam besarnya Kerugian Jangka Panjang Kesehatan masyarakat yang diakibatkan oleh kabut asap tebal, menyusul parahnya Dampak Karhutla Jambi. Karhutla di Jambi bukan hanya sebuah tragedi lingkungan yang sesaat; asap yang dilepaskan mengandung partikel halus PM2.5 dan berbagai zat karsinogenik yang terhirup jauh ke dalam sistem pernapasan vital warga.
HAKLI Menghitung bahwa paparan berulang terhadap polutan beracun ini secara signifikan meningkatkan risiko penyakit kronis yang serius seperti asma parah, PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis), dan bahkan potensi kanker paru-paru di masa depan. Analisis Dampak Karhutla Jambi juga mencakup kerugian yang bersifat tidak langsung, seperti menurunnya produktivitas kerja masyarakat secara umum dan tingginya biaya pengobatan yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan serta keluarga terdampak selama bertahun-tahun.
Kategori yang paling rentan terhadap bencana ini adalah balita, ibu hamil, dan lansia. Secara khusus bagi anak-anak, paparan kabut asap dapat menghambat perkembangan paru-paru secara permanen, menyebabkan masalah kesehatan seumur hidup dan menurunkan kualitas hidup mereka. Kerugian Jangka Panjang Kesehatan yang dihitung oleh HAKLI mencakup beban psikologis dan sosial akibat evakuasi paksa, kecemasan kronis, dan gangguan tidur parah yang dialami oleh masyarakat selama musim asap yang panjang.
Data HAKLI ini mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk tidak hanya fokus pada pemadaman api secara instan, tetapi juga pada strategi mitigasi kesehatan yang komprehensif, termasuk penyediaan fasilitas clean room permanen dan terpusat. Studi Dampak Karhutla Jambi membuktikan secara tegas bahwa mencegah kebakaran hutan adalah investasi kesehatan masyarakat yang paling efisien, jauh lebih murah daripada menanggung Kerugian Jangka Panjang Kesehatan di masa depan yang tak terhindarkan.
Kesimpulan: HAKLI Menghitung bahwa Dampak Karhutla Jambi melampaui kerugian ekonomi langsung; Kerugian Jangka Panjang Kesehatan masyarakat menjadi beban terberat yang memerlukan kebijakan kesehatan preventif dan penegakan hukum yang tegas segera.