Audit Higiene Kantin Kampus: Evaluasi HAKLI Malang Terhadap Keamanan Pangan Mahasiswa

Malang dikenal sebagai kota pendidikan dengan ratusan ribu mahasiswa yang menuntut ilmu di berbagai perguruan tinggi. Dengan populasi mahasiswa yang begitu besar, sektor kuliner di sekitar kampus, terutama kantin-kantin di dalam area universitas, memiliki peran krusial dalam menyediakan energi bagi para pencari ilmu. Namun, risiko kontaminasi makanan tetap menjadi ancaman yang tidak bisa disepelekan. Pada tahun 2026 ini, HAKLI Malang melakukan inisiatif audit higiene kantin kampus secara menyeluruh. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa standar keamanan pangan diterapkan secara konsisten, guna mencegah terjadinya kejadian luar biasa (KLB) seperti keracunan makanan di lingkungan akademik.

Tim auditor dari HAKLI Malang menggunakan parameter penilaian yang ketat berdasarkan prinsip higiene sanitasi makanan. Fokus evaluasi meliputi enam pilar utama: pemilihan bahan baku, penyimpanan bahan pangan, proses pengolahan, penyimpanan makanan jadi, pengangkutan makanan, hingga penyajian. Dalam proses evaluasi tersebut, HAKLI tidak hanya melihat kebersihan fisik meja dan lantai, tetapi juga melakukan uji usap (swab test) pada peralatan makan dan tangan para penjamah makanan. Uji laboratorium ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan bakteri patogen seperti E. coli atau Salmonella yang sering kali menjadi penyebab utama gangguan pencernaan pada mahasiswa.

Banyak ditemukan dalam audit ini bahwa tantangan terbesar dalam menjaga keamanan pangan adalah perilaku penjamah makanan dan sistem pengelolaan limbah dapur. HAKLI Malang menekankan pentingnya penggunaan alat pelindung diri sederhana seperti celemek, penutup kepala, dan masker saat mengolah makanan. Selain itu, pemisahan antara talenan untuk bahan mentah dan bahan matang harus dilakukan dengan disiplin tinggi untuk menghindari kontaminasi silang. Melalui audit ini, pihak pengelola kantin diberikan bimbingan teknis mengenai cara mencuci peralatan yang benar dengan suhu air yang tepat dan penggunaan disinfektan sediaan pangan (food grade).

Dampak dari kesehatan lingkungan di area kantin sangat berpengaruh pada performa akademik mahasiswa. Mahasiswa yang mengonsumsi makanan yang tidak higienis berisiko mengalami diare kronis atau tifus, yang pada akhirnya akan menghambat proses belajar mereka. Oleh karena itu, HAKLI Malang mendorong universitas untuk memiliki sistem sertifikasi kantin sehat secara internal. Setiap stan makanan diwajibkan memiliki sertifikat layak higiene sanitasi yang dikeluarkan oleh otoritas kesehatan. Hal ini memberikan rasa aman bagi mahasiswa saat memilih tempat makan dan memicu persaingan sehat antar pedagang untuk selalu menjaga kualitas kebersihan dagangan mereka.